Labels

Rabu, 02 November 2011

SISTEM OPERASI PADA KOMPUTER


A. Pengertian Sistem Operasi

Sistem Operasi merupakan bagian terpenting di dalam menjalankan suatu perangkat komputer. Sistem Operasi adalah perangkat lunak yang berfungsi melakukan tugas-tugas untuk mengatur komunikasi antara hardware dan software. Perangkat lunak ini ditata sedemikian rupa untuk memaksimalkan kemampuan komputer dalam melaksanakan pekerjaan.

Pada dasarnya sistem operasi merupakan fondasi dari terpakainya semua program aplikasi yang ada di dalamnya. Selain berfungsi sebagai penyedia layanan, sistem operasi juga mengelola seluruh sumber daya sistem komputer.
Sehingga apabila digambarkan secara lengkap, maka kedudukan sistem operasi dalam komputer adalah sebagai berikut.

Booting -- BIOS -- Operating System -- Application program

Keterangan
Booting à Proses untuk menyalakan kembali perangkat komputer di mana apabila komputer dihidupkan maka file-file yang akan menjalankan sistem operasi mulai dieksekusikan.
BIOS  à Bagian sistem operasi yang berfungsi untuk mengidentifikasi program dan memberi instruksi untuk hardware yang ada dikomputer.
Operating System à Perangkat lunak untuk mengendalikan dan mengkoordinasi kegiatan dari sistem komputer.
Program Aplikasi  à Perangkat lunak yang digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu.

B. Komponen pada Sistem Operasi

Sistem operasi terdiri dari dua komponen, yaitu :
  1. Control Program, Control program berfungsi untuk mengontrol dan mengendalikan pelaksanaan dari processing program, mengontrol lokasi dalam penyimpanan, mengatur jadwal data dan instruksi, menempatkan dan mencari data, serta mengatur jadwal pengolahan
  2. Processing Program, Processing program  merupakan kumpulan program untuk mengolah instruksi-instruksi atau program yang diberikan oleh komputer melalui control program.
C. BIOS (Basic Input Output System)

BIOS merupakan bagian dari sistem operasi yang digunakan untuk mengidentifikasi program dan memberi instruksi hardware yang ada pada komputer.
Beberapa hal yang mampu dilakukan oleh BIOS antara lain :
  • Mengatur konfigurasi dasar pada komputer
  • Menjalankan sistem operasi
  • Mengidentifikasi dan pengujian terhadap perangkat keras yang terdapat pada komputer
Ketika pertama kali komputer dihidupkan, maka komputer akan melakukan proses booting dengan melakukan pengecekan terhadap semua hardware komputer. Pengecekan bisa dilakukan apabila BIOS sudah disetting dengan benar sesuai dengan hardware yang digunakan. Apabila pengecekan hardware selesai dilakukan, maka akan dilanjutkan dengan pembacaan sistem operasi.

Untuk melihat tampilan BIOS, maka pada saat komputer dihidupkan dan melakukan setting konfigurasi, tekan tombol Del atau Delete pada keyboard.

Setelah itu, akan muncul tampilan BIOS seperti berikut.

Keterangan :
Standar CMOS Features : untuk setting standar pada komputer, misalnya tanggal, waktu, jenis harddisk, disk drive dan monitor.
Advanced BIOS Features : untuk mengetahui informasi dari sistem yang dipakai dalam komputer.
Advanced terpasang pada CPU.
H/W Monitor : untuk melihat temperatur dalam CPU, kecepatan fan (kipas) dalam CPU, dll.
Chipset Features : untuk mengecek hardware, seperti RAM, USB, modem, sound card, dll.
Integrated Peripherals : untuk melakukan setup semua perangkat  yang mendukung kinerja komputer.
Power Management Setup : untuk mengatur power yang terdapat pada komputer.
PnP/PCI Configurations : untuk mengidentifikasi PnP (Plug n Play) atau PCI (Peripheral Component Interconnect) yang terpasang pada CPU.
Load Optimized Defaults : untuk menggunakan standar optimal setting.
Set User Password : untuk membuat password pada BIOS.
Save & Exit Setup : untuk menyimpan perubahan setting sebelum keluar dari BIOS.
Exit without Saving : untuk keluar dari BIOS tanpa memyimpan perubahan setting yang dilakukan.
Cara mengoperasikan BIOS adalah dengan menggunakan anak panah yang terdapat pada keyboard. Pilih salah satu setup yang ada dengan panah naik atau turun. Kemudian tekan tombol enter, maka akan muncul menu selanjutnya dengan beberapa pilihan setting di dalamnya.

A.           Fungsi Sistem Operasi

Sistem operasi memiliki tiga fungsi utama, yaitu :
  1. Manajemen proses. Manajemen proses mencakup penyiapan, penjadwalan, dan pemantauan proses pada komputer. Proses adalah program yang sedang dijalankan.
  2.  Manajemen sumber daya. Manajemen sumber daya berkaitan dengan pengendalian terhadap pemakaian sumber daya dalam sistem komputer yang dilakukan oleh perangkat lunak sistem ataupun perangkat lunak aplikasi yang sedang dijalankan pada komputer.  Yang dimaksud sumber daya di sini adalah komponen perangkat keras dalam komputer, seperti CPU, memori utama, dan piranti masukan.keluaran.
  3. Manajemen data. Manajemen data berupa pengendalian terhadap data masukan/keluaran, termasuk dalam hal pengalokasian dalam piranti penyimpanan sekunder maupun dalam memori utama.
            Selain ketiga fungsi di atas, sistem operasi memiliki sarana untuk mengelola keamanan. Ciri sistem operasi yang memiliki fasilitas manajemen keamanan adalah mengharuskan pemakai memasukkan nama pemakai dan password sebelum mengakses komputer.

B.            Jenis Sistem Operasi

Secara umum sistem operasi terbagi menjadi dua klasifikasi yaitu :
  1. Sistem operasi berbasis teks. Merupakan sistem operasi yang menggunakan teks sebagai sistem. Contoh : MS-DOS dan UNIX.
  2. Sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface). Merupakan sistem operasi yang berbasiskan gambar atau grafis antaramuka. Contoh : Linux, Macintosh, Windows.
Penjelasan dari contoh sistem operasi.
1.        MS-DOS
MS-DOS (Microsoft Disk Operating System) merupakan perangkat lunak sistem operasi yang dirilis pertama kali pada tahun 1981 oleh perusahaan Microsoft. MS-DOS merupakan sistem operasi dasar yang selalu ada pada Windows, namun program ini memiliki keterbatasan dalam hal pengoperasian karena sifatnya yang hanya dapat digunakan oleh satu pengguna (single user) dan hanya dapat melakukan satu pekerjaan (single tasking).

2.        UNIX
UNIX merupakan sistem operasi yang dikembangkan pada tahun 1980 oleh AT&T Bell Labs. Sistem operasi ini bisa digunakan secara luas baik sebagai server maupun workstation, sehingga bisa diterapkan pada jaringan komputer. Di Indonesia sistem operasi UNIX biasa digunakan sebagai server aplikasi, dan produk dari UNIX yang beredar dipasaran saat ini di antara lain Sun Solaris, BSD UNIX, HP/UX, Free BSD.

3.        Linux
Linux merupakan sistem operasi varian dari UNIX yang dibuat pada tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Linux pertama kali dibuat dengan tampilan antarmuka berbasis teks (command line interface atau CLI), namun sekarang sudah tersedia Linux dengan tampilan antarmuka pengguna grafis (graphical user interface). Sistem operasi Linux bersifat open source yaitu bisa dikembangkan dan digunakan tanpa lisensi. Sehingga perkembangan Linux pada saat ini sangatlah pesat. Contoh: Mandrake, RedHat, SuSe, Knoppix.

4.        Macintosh
Macintosh merupakan sistem operasi yang dikeluarkan pada bulan Januari 1984 sangat mudah digunakan (user friendly) dibanding dengan sistem operasi yang lain. Versi terakhir yang dikeluarkan Macintosh adalah System X yang digunakan di Apple iMae Desktop atau Apple Notebook.

5.        Windows
Windows atau Microsoft Windows merupakan sistem operasi buatan Microsoft yang digunakan pada PC dengan tampilan antarmuka GUI. Windows merupakan evaluasi dari MS-DOS yang hanya berbasis modus teks dan command line. Versi pertama dari Windows keluar pada tahun 1985 yaitu Windows Graphic Environment 1.0 atau biasa disebut Windows 1.0. Windows memiliki sifat multiuser yang bisa digunakan oleh banyak pengguna dan multitasking yang bisa digunakan untuk melakukan banyak tugas.
Keunggulan yang dimiliki Microsoft Windows antara lain :
·           Mendukung dalam bidang grafis
·           Bisa digunakan untuk membuka beberapa program aplikasi
·           Pindah antarprogram aplikasi bisa dilakukan dengan cepat dan mudah
·           Windows memiliki fasilitas OLE (object linking embedding), yaitu transfer data secara cepat.
·           Windows memiliki fasilitas plug n play, yaitu teknologi yang mampu dengan cepat mendeteksi
        secara otomatis device baru yang ada pada komputer serta menyusun konfigurasi seluruh device pada komputer............. End

0 komentar

Poskan Komentar